Saat melihat brosur mobil listrik, Anda mungkin pernah menemukan angka jarak tempuh seperti 400 km, 500 km, atau bahkan lebih. Namun setelah digunakan sehari-hari, sebagian konsumen mulai bertanya:

“Kenapa jarak tempuhnya terasa berbeda dengan yang tertera di brosur?”

Perbedaan ini umumnya bukan karena kendaraan bermasalah, melainkan karena standar pengujian jarak tempuh yang digunakan berbeda. Dua istilah yang paling sering muncul adalah NEDC dan WLTP.


🔍 Mengapa Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berbeda?

Angka jarak tempuh mobil listrik yang tercantum di brosur berasal dari hasil uji laboratorium, bukan dari pengujian di jalan raya sehari-hari. Uji ini dilakukan dalam kondisi tertentu yang terkontrol, sehingga hasilnya bisa berbeda dengan penggunaan nyata.

Perbedaan metode uji inilah yang membuat satu mobil bisa memiliki angka jarak tempuh berbeda, tergantung standar yang digunakan.


🚗 Apa Itu NEDC?

NEDC (New European Driving Cycle) adalah standar pengujian lama yang dikembangkan di Eropa dan masih digunakan di beberapa pasar sebagai referensi awal.

Karakteristik NEDC:
  • Kecepatan rata-rata rendah
  • Akselerasi sangat halus
  • Kondisi jalan relatif datar
  • Beban kendaraan minimal

Karena kondisi pengujiannya sangat ideal, hasil NEDC cenderung menghasilkan angka jarak tempuh yang terlihat lebih besar dibanding penggunaan sehari-hari.


🌍 Apa Itu WLTP?

WLTP (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure) adalah standar pengujian yang lebih baru dan saat ini digunakan secara global karena dinilai lebih realistis.

Karakteristik WLTP:
  • Pola berkendara lebih dinamis
  • Variasi kecepatan lebih luas
  • Akselerasi lebih mendekati penggunaan nyata
  • Beban kendaraan dan kondisi uji lebih realistis

Karena metode uji yang lebih mendekati kondisi sehari-hari, angka WLTP biasanya lebih rendah dibanding NEDC, namun lebih akurat sebagai gambaran penggunaan nyata.


⚖️ NEDC vs WLTP: Mana yang Sebaiknya Dijadikan Acuan?

Jika Anda ingin memahami jarak tempuh mobil listrik secara realistis, WLTP adalah acuan yang lebih tepat. Standar ini membantu konsumen memiliki ekspektasi yang lebih sesuai dengan kondisi berkendara sehari-hari.

Sementara itu, angka NEDC dapat dijadikan gambaran potensi maksimal kendaraan dalam kondisi ideal.


🔋 Faktor yang Mempengaruhi Jarak Tempuh di Dunia Nyata

Selain standar pengujian, jarak tempuh mobil listrik juga sangat dipengaruhi oleh:

  • Gaya berkendara pengemudi
  • Kondisi lalu lintas
  • Penggunaan AC dan fitur elektronik
  • Medan jalan (datar atau menanjak)
  • Jumlah penumpang dan beban kendaraan

Dengan memahami perbedaan NEDC dan WLTP, kita dapat melihat bahwa angka jarak tempuh mobil listrik sangat bergantung pada metode pengujian yang digunakan, bukan semata-mata performa kendaraan di kondisi nyata.

Untuk perawatan terbaik kendaraan Anda, kunjungi Indomobil Halim Service Center.